# Workflow Runtime

> Model menyusun workflow sendiri dan memanggil agen untuknya. Sering berhasil; sering juga membuang token dan waktu berjam-jam untuk pekerjaan yang tak perlu.

- Situs: isnan lab (https://lab.falah-isnan.com/experiments/workflow-runtime)
- Penulis: Falah Isnan (https://falah-isnan.com/)
- Terbit: 2026-09-23
- Diperbarui: 2026-09-23
- Stack: Agent orchestration / Claude
- Akses: Catatan riset
- Hasil sementara: Workflow yang sudah dirancang dan diuji lebih unggul daripada mengarahkan model ke setiap masalah dan membiarkannya menyusun workflow sendiri. Workflow dinamis tidak dibuang — tapi sebelum jalur itu layak diambil, Workflow Runtime harus membatasi pekerjaan yang boleh dilakukan agen dan menegaskan kapan prosesnya harus berhenti.

## Pertanyaannya

Sebaiknya model merancang workflow untuk setiap masalah, atau menjalankan workflow yang sudah dirancang dan diuji sebelumnya?

Eksperimen ini terinspirasi dari dynamic workflow Claude: berikan masalah ke model, biarkan ia memanggil beberapa agen, dan biarkan workflow yang dikarangnya mengerjakan tugasnya.

Idenya menarik karena menghilangkan langkah perancangan. Pertanyaannya: apa yang dikorbankan kalau tidak ada yang menentukan sejak awal apa yang boleh dilakukan prosesnya?

## Jalannya eksperimen

1. **Serahkan masalahnya, bukan rencananya.** Model menerima masalah dan memutuskan sendiri seperti apa workflow-nya. Tanpa langkah tetap, tanpa urutan yang ditentukan.
2. **Biarkan model memanggil agen yang diinginkannya.** Setiap agen mengerjakan satu bagian masalah sesuai pembagian dari model. Tidak ada batasan jumlah agen atau seberapa banyak yang boleh dikerjakan masing-masing.
3. **Tinjau kembali prosesnya.** Bukan hanya jawabannya — prosesnya juga. Apa yang benar-benar dikerjakan setiap agen, berapa banyak yang dibutuhkan, dan berapa lama semuanya berlangsung dari awal sampai akhir.
4. **Bandingkan dengan workflow yang dirancang.** Masalah yang sama, lewat workflow yang dirancang dan diuji lebih dulu: langkah tetap, urutan tetap, dan pemeriksaan di antara setiap langkah.

## Pendekatan yang dibandingkan

### Model merancang workflow-nya

Model membaca masalahnya, menentukan bentuk workflow, lalu memanggil agen untuk mengisinya. Setiap proses adalah rancangan baru, yang berarti setiap proses juga membawa kesalahan baru.

- Tanpa langkah perancangan — arahkan ke masalahnya dan jalan.
- Bentuk prosesnya menyesuaikan dengan rupa masalahnya.
- Pekerjaan yang tidak perlu tetap terjadi, dan tidak ada yang menghentikannya.
- Token dan waktu sudah terpakai sebelum kamu bisa menilai hasilnya.

### Workflow yang dirancang dan diuji sebelumnya

Langkah tetap dalam urutan tetap, diuji sebelum dipakai. Workflow ini tidak bisa berubah bentuk menghadapi masalah yang belum pernah dilihatnya, tapi hasilnya bisa ditinjau dengan yakin saat selesai.

- Langkahnya sudah diketahui, jadi hasilnya bisa ditinjau, bukan ditebak.
- Pekerjaan di luar langkah tidak terjadi, karena memang tidak ada tempat untuknya.
- Berhenti adalah kondisi yang sudah ditentukan, bukan sesuatu yang harus disadari prosesnya.
- Masalah yang tidak diantisipasi saat perancangan tidak tertangani olehnya.

## Hasilnya

Diamati dari beberapa proses, bukan diukur. Polanya cukup konsisten untuk dijadikan dasar keputusan; angka di baliknya tidak dipublikasikan.

- **Keterprediksian hasil** — Unggul di: Workflow yang dirancang dan diuji sebelumnya (clear). Workflow yang sudah diuji menghasilkan sesuatu yang bisa kamu tinjau. Workflow buatan model menghasilkan hasil sekaligus workflow, dan keduanya harus diperiksa.
- **Pekerjaan yang benar-benar dibutuhkan** — Unggul di: Workflow yang dirancang dan diuji sebelumnya (clear). Saat model memegang kendali, agen tetap mengerjakan hal yang tidak dibutuhkan. Tidak ada bagian dari prosesnya yang menyadari itu, jadi pekerjaan itu tetap berjalan sampai selesai.
- **Waktu nyata** — Unggul di: Workflow yang dirancang dan diuji sebelumnya (clear). Untuk beberapa masalah, prosesnya memang memakan waktu lama. Token adalah biaya yang biasa dihitung orang; waktu eksekusi terkuras sama banyaknya.
- **Menyesuaikan diri dengan masalah asing** — Unggul di: Belum terjawab (narrow). Belum terjawab, dan inilah alasan jujur untuk membiarkan eksperimen ini tetap terbuka. Workflow yang dirancang tidak bisa menjangkau masalah yang tidak pernah diantisipasinya — workflow dinamis setidaknya mencoba.

## Untung-rugi

- Keuntungan: Membiarkan model menyusun workflow menghilangkan langkah perancangan sepenuhnya — tidak ada yang perlu dibangun sebelum proses pertama. Harga yang dibayar: Hasilnya tidak konsisten bagus. Pada beberapa masalah, model tetap mengerjakan hal yang tidak diminta siapa pun, dan prosesnya tidak punya cara untuk menyadarinya.
- Keuntungan: Agen yang dipanggil bisa membagi masalah dengan cara yang tidak ditentukan siapa pun sebelumnya. Harga yang dibayar: Setiap agen menghabiskan token dan waktu untuk pembagian itu, entah pembagiannya ternyata tepat atau tidak.
- Keuntungan: Workflow yang dirancang dan diuji menjaga proses tetap di dalam pekerjaan yang terbukti berguna. Harga yang dibayar: Workflow itu harus dirancang dan diuji dulu, dan tidak akan bisa menjangkau masalah yang bukan tujuan pembuatannya.

## Yang belum terpecahkan

1. Pekerjaan agen masih belum dibatasi. Runtime perlu membatasi apa yang boleh dilakukan agen sebelum jalur dinamis layak dipakai.
2. Kondisi berhenti belum ditentukan. Prosesnya butuh kondisi eksplisit kapan harus berakhir, bukan berakhir saat model merasa sudah selesai.
3. Perbandingannya berdasarkan pengamatan. Prosesnya ditinjau, bukan diukur, jadi belum ada angka yang dipublikasikan untuk biaya token maupun waktu.

## Kesimpulan sementara

Workflow yang sudah dirancang dan diuji lebih unggul daripada mengarahkan model ke setiap masalah dan membiarkannya menyusun workflow sendiri. Workflow dinamis tidak dibuang — tapi sebelum jalur itu layak diambil, Workflow Runtime harus membatasi pekerjaan yang boleh dilakukan agen dan menegaskan kapan prosesnya harus berhenti.

Hasil ini kemudian menjadi dasar sebuah runtime yang menjalankan workflow agen multi-langkah dalam urutan tetap, bukan workflow yang dikarang model untuk setiap masalah. sequential-workflow.

## Catatan proses

- Workflow yang dirancang dan diuji lebih dulu mengungguli model yang mengarang workflow baru untuk setiap masalah.
- Pekerjaan agen yang tidak perlu tetap terjadi, dan tidak ada bagian dari prosesnya yang menyadari hal itu.
- Sebelum jalur dinamis layak dipakai, pekerjaan agen perlu dibatasi dan harus ada kondisi berhenti yang jelas.
