Pribadi

Workflow Runtime

Model menyusun workflow sendiri dan memanggil agen untuknya. Sering berhasil; sering juga membuang token dan waktu berjam-jam untuk pekerjaan yang tak perlu.

Hasil sementaraWorkflow yang sudah dirancang dan diuji lebih unggul daripada mengarahkan model ke setiap masalah dan membiarkannya menyusun workflow sendiri. Workflow dinamis tidak dibuang — tapi sebelum jalur itu layak diambil, Workflow Runtime harus membatasi pekerjaan yang boleh dilakukan agen dan menegaskan kapan prosesnya harus berhenti.

Stack
Agent orchestration / Claude
Aspek dibandingkan
4
Batasan terbuka
3
BACA HASILNYA

01 / Pertanyaannya

Sebaiknya model merancang workflow untuk setiap masalah, atau menjalankan workflow yang sudah dirancang dan diuji sebelumnya?

Eksperimen ini terinspirasi dari dynamic workflow Claude: berikan masalah ke model, biarkan ia memanggil beberapa agen, dan biarkan workflow yang dikarangnya mengerjakan tugasnya.

Idenya menarik karena menghilangkan langkah perancangan. Pertanyaannya: apa yang dikorbankan kalau tidak ada yang menentukan sejak awal apa yang boleh dilakukan prosesnya?

FIG. — THE QUESTION

02 / Jalannya eksperimen

Ikuti jalannya langkah demi langkah.

Empat langkah, sesuai urutan kejadiannya.

FIG. 0102 / JALANNYA EKSPERIMEN

02 / Jalannya eksperimen / langkah 01 dari 04

Serahkan masalahnya, bukan rencananya.

Model menerima masalah dan memutuskan sendiri seperti apa workflow-nya. Tanpa langkah tetap, tanpa urutan yang ditentukan.

03 / Pendekatannya

Dua versi, satu pertanyaan.

Beralih di antara keduanya. Susunan dan urutannya sama, jadi yang berbeda hanya isinya.

FIG. — DISUSUN MODEL

Model merancang workflow-nya

Model membaca masalahnya, menentukan bentuk workflow, lalu memanggil agen untuk mengisinya. Setiap proses adalah rancangan baru, yang berarti setiap proses juga membawa kesalahan baru.

  • Tanpa langkah perancangan — arahkan ke masalahnya dan jalan.
  • Bentuk prosesnya menyesuaikan dengan rupa masalahnya.
  • Pekerjaan yang tidak perlu tetap terjadi, dan tidak ada yang menghentikannya.
  • Token dan waktu sudah terpakai sebelum kamu bisa menilai hasilnya.

04 / Hasilnya

Satu per satu, per aspek.

Pilih sebuah baris untuk membaca kenapa hasilnya begitu.

Dirancang lebih dulu — jelas

Keterprediksian hasil

Workflow yang sudah diuji menghasilkan sesuatu yang bisa kamu tinjau. Workflow buatan model menghasilkan hasil sekaligus workflow, dan keduanya harus diperiksa.

Diamati dari beberapa proses, bukan diukur. Polanya cukup konsisten untuk dijadikan dasar keputusan; angka di baliknya tidak dipublikasikan.

05 / Untung-rugi

Tidak ada yang gratis.

Harga dari setiap keuntungan, di baris yang sama dengan keuntungannya.

  1. Yang didapat

    Membiarkan model menyusun workflow menghilangkan langkah perancangan sepenuhnya — tidak ada yang perlu dibangun sebelum proses pertama.

    Harga yang dibayar

    Hasilnya tidak konsisten bagus. Pada beberapa masalah, model tetap mengerjakan hal yang tidak diminta siapa pun, dan prosesnya tidak punya cara untuk menyadarinya.

  2. Yang didapat

    Agen yang dipanggil bisa membagi masalah dengan cara yang tidak ditentukan siapa pun sebelumnya.

    Harga yang dibayar

    Setiap agen menghabiskan token dan waktu untuk pembagian itu, entah pembagiannya ternyata tepat atau tidak.

  3. Yang didapat

    Workflow yang dirancang dan diuji menjaga proses tetap di dalam pekerjaan yang terbukti berguna.

    Harga yang dibayar

    Workflow itu harus dirancang dan diuji dulu, dan tidak akan bisa menjangkau masalah yang bukan tujuan pembuatannya.

06 / Masih terbuka

Yang belum terpecahkan.

3 batasan yang belum dijawab eksperimen ini.

  1. Pekerjaan agen masih belum dibatasi. Runtime perlu membatasi apa yang boleh dilakukan agen sebelum jalur dinamis layak dipakai.

  2. Kondisi berhenti belum ditentukan. Prosesnya butuh kondisi eksplisit kapan harus berakhir, bukan berakhir saat model merasa sudah selesai.

  3. Perbandingannya berdasarkan pengamatan. Prosesnya ditinjau, bukan diukur, jadi belum ada angka yang dipublikasikan untuk biaya token maupun waktu.

FIG. — STILL OPEN

Kesimpulan sementara

Workflow yang sudah dirancang dan diuji lebih unggul daripada mengarahkan model ke setiap masalah dan membiarkannya menyusun workflow sendiri. Workflow dinamis tidak dibuang — tapi sebelum jalur itu layak diambil, Workflow Runtime harus membatasi pekerjaan yang boleh dilakukan agen dan menegaskan kapan prosesnya harus berhenti.

Catatan proses

  • Workflow yang dirancang dan diuji lebih dulu mengungguli model yang mengarang workflow baru untuk setiap masalah.
  • Pekerjaan agen yang tidak perlu tetap terjadi, dan tidak ada bagian dari prosesnya yang menyadari hal itu.
  • Sebelum jalur dinamis layak dipakai, pekerjaan agen perlu dibatasi dan harus ada kondisi berhenti yang jelas.

Memuat isnan lab…

Loading

Still loading. The connection may be slow. This page could not load. Check the connection and reload.